Thursday, May 5, 2016

Material Safety Data Sheets (MSDS) dari Mangan Dioksida (MnO2)

Material Safety Data Sheets (MSDS) dari Mangan Dioksida (MnO2)

Ringkas: Dokumen ini merangkum identifikasi bahaya, pertolongan pertama, APD, penyimpanan, penanganan tumpahan, reaktivitas, dan pembuangan limbah untuk Mangan Dioksida (MnO2).

Contoh serbuk mangan dioksida (MnO2)
Nama: Mangan Dioksida Rumus: MnO2 CAS: 1313-13-9 Bentuk: Serbuk padat Warna: Hitam/cokelat gelap

1) Identifikasi Bahan dan Penggunaan

Nama bahan Mangan Dioksida (Mangan(IV) oksida)
Rumus MnO2
Nomor CAS 1313-13-9
Penggunaan umum
  • Bahan aktif pada baterai kering
  • Katalis industri kimia
  • Pigmen pada keramik/kaca
  • Oksidator pada proses laboratorium tertentu

2) Identifikasi Bahaya

Bahaya utama: paparan debu MnO2. Hindari menghirup partikel halus dan lakukan kontrol debu (ventilasi lokal/penyedot debu industri).
  • Terhirup: iritasi saluran napas, batuk, sesak (terutama pada paparan debu).
  • Mata: iritasi, kemerahan, rasa perih.
  • Kulit: dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
  • Paparan kronis: paparan mangan dalam jangka panjang dapat berdampak pada sistem saraf (risiko meningkat bila kontrol debu buruk).

3) Komposisi dan Informasi Bahan

Komponen Konsentrasi
Mangan Dioksida (MnO2) Umumnya ≥ 90% (tergantung spesifikasi pemasok)

4) Tindakan Pertolongan Pertama

  • Terhirup: pindahkan ke udara segar. Longgarkan pakaian. Jika sesak berlanjut, segera cari bantuan medis.
  • Kulit: cuci dengan sabun dan air. Lepas pakaian terkontaminasi.
  • Mata: bilas air mengalir minimal 15 menit. Periksa ke tenaga medis bila iritasi tidak membaik.
  • Tertelan: bilas mulut, minum air secukupnya. Jangan paksa muntah. Cari bantuan medis.

5) Tindakan Pemadaman Kebakaran

  • Sifat kebakaran: MnO2 tidak mudah terbakar.
  • Media pemadam: sesuaikan dengan bahan yang terbakar di sekitar (air/busa/CO2/serbuk kimia).
  • Bahaya saat kebakaran: pada suhu tinggi dapat terbentuk asap/partikel oksida mangan. Gunakan alat napas mandiri (SCBA) bagi petugas.

6) Tindakan Jika Terjadi Tumpahan

  • Hindari pembentukan debu (jangan menyapu kering dengan gerakan agresif).
  • Gunakan masker partikulat, kacamata, dan sarung tangan.
  • Kumpulkan dengan vacuum industri berfilter (HEPA bila tersedia) atau sekop ke wadah tertutup.
  • Jangan buang ke drainase/selokan. Kelola sebagai limbah sesuai prosedur setempat.

7) Penanganan dan Penyimpanan

Penanganan

  • Gunakan di area berventilasi baik.
  • Minimalkan debu: tuang perlahan, tutup wadah setelah dipakai.
  • Cuci tangan setelah bekerja dan sebelum makan/minum.

Penyimpanan

  • Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering dan sejuk.
  • Jauhkan dari bahan reduktor kuat dan asam kuat.
  • Labeli wadah dengan jelas (nama bahan, tanggal terima, penanggung jawab).

8) Pengendalian Paparan dan Perlindungan Diri (APD)

Ilustrasi struktur kristal mangan dioksida (MnO2)
Ilustrasi struktur kristal MnO2 (untuk visual pendukung artikel).
  • Kontrol teknik: ventilasi umum + ventilasi lokal (local exhaust) pada titik sumber debu.
  • Masker/respirator: minimal N95/FFP2 (atau setara) untuk pekerjaan berdebu.
  • Pelindung mata: kacamata safety (goggle bila debu tinggi).
  • Sarung tangan: sarung tangan kerja tahan bahan kimia ringan (sesuaikan SOP).
  • Pakaian: baju kerja lengan panjang; hindari membawa debu ke area bersih.

Catatan: batas paparan (TLV/PEL) berbeda tiap standar dan negara. Ikuti SOP perusahaan dan aturan K3 yang berlaku.

9) Sifat Fisika dan Kimia

BentukPadat (serbuk/kristal halus)
WarnaHitam atau cokelat gelap
BauTidak berbau
Kelarutan airPraktis tidak larut
Titik lelehTerurai pada suhu tinggi (sekitar ratusan °C)

10) Stabilitas dan Reaktivitas

  • Stabil pada kondisi penggunaan normal.
  • Hindari kontak dengan asam kuat dan reduktor kuat.
  • Pada kondisi tertentu, reaksi dengan bahan kimia lain dapat menghasilkan produk samping berbahaya. Ikuti prosedur kompatibilitas bahan.

11) Informasi Toksikologi

  • Risiko utama: inhalasi debu (iritasi saluran napas).
  • Paparan berulang/jangka panjang terhadap senyawa mangan dapat berisiko pada sistem saraf.

12) Informasi Ekologi

  • Hindari pelepasan ke lingkungan tanpa pengolahan.
  • Potensi dampak pada organisme air dapat meningkat pada konsentrasi tinggi.

13) Pertimbangan Pembuangan

  • Kelola sisa bahan dan kemasan terkontaminasi sesuai prosedur limbah bahan kimia.
  • Untuk skala industri, biasanya mengikuti tata kelola limbah B3 dan peraturan lingkungan setempat.

14) Informasi Transportasi

  • Umumnya tidak diklasifikasikan sebagai barang berbahaya untuk transportasi pada kondisi tertentu, namun tetap:
  • Kemas rapat, hindari tumpah, dan beri label yang jelas.

15) Informasi Regulasi

  • Ikuti ketentuan K3 internal, SDS resmi dari pemasok, dan regulasi setempat terkait bahan kimia serta pengelolaan limbah.
Disclaimer: Konten ini bersifat ringkasan edukasi untuk membantu praktik keselamatan. Untuk keputusan operasional, selalu rujuk SDS/MSDS resmi dari pemasok dan SOP perusahaan Anda.

Sumber Gambar & Atribusi

Wednesday, May 4, 2016

MSDS (Material Safety Data Sheets) Besi(III) Klorida FeCl3

MSDS (Material Safety Data Sheets) Besi(III) Klorida (FeCl3)

Ringkas: MSDS ini membantu Anda memahami bahaya, P3K, APD, penyimpanan, penanganan tumpahan, serta pembuangan aman untuk Besi(III) Klorida / Ferric Chloride (FeCl3).

Besi(III) klorida heksahidrat (FeCl3·6H2O)
Nama: Besi(III) Klorida Rumus: FeCl3 Sinonim: Ferric chloride Bentuk: Padat (anhidrat) / kristal (heksahidrat) / larutan Sifat utama: Korosif, higroskopis

1) Identifikasi Bahan dan Penggunaan

Nama bahanBesi(III) Klorida (Ferric Chloride)
Rumus kimiaFeCl3
Penggunaan umum
  • Koagulan/pengolahan air dan limbah
  • Etching (pelarut tembaga) pada pembuatan PCB
  • Katalis/reaktan pada proses kimia tertentu
  • Pembuatan pigmen dan garam besi lainnya

2) Identifikasi Bahaya

Peringatan penting: FeCl3 bersifat korosif. Dapat menyebabkan luka bakar pada kulit/mata. Kontak dengan air (terutama FeCl3 anhidrat) bisa menghasilkan panas dan larutan asam. Hindari kontak langsung.
  • Kulit: iritasi berat hingga luka bakar kimia.
  • Mata: kerusakan serius/risiko cedera berat.
  • Terhirup: iritasi saluran napas (aerosol/partikel/ kabut larutan).
  • Tertelan: iritasi/korosif pada mulut, tenggorokan, dan saluran cerna.

3) Komposisi dan Informasi Bahan

Komponen Keterangan
Besi(III) Klorida Dapat berupa FeCl3 (anhidrat) atau FeCl3·6H2O (heksahidrat) atau larutan FeCl3 dalam air (konsentrasi bervariasi).

4) Tindakan Pertolongan Pertama

  • Terhirup: pindahkan ke udara segar. Bila sesak, minta bantuan medis. Jika tidak bernapas, lakukan RJP oleh petugas terlatih.
  • Kulit: segera bilas dengan air mengalir banyak selama 15–20 menit. Lepas pakaian/sepatu terkontaminasi. Hubungi tenaga medis bila luka/nyeri berlanjut.
  • Mata: bilas dengan air mengalir minimal 15–20 menit sambil membuka kelopak. Segera ke fasilitas medis.
  • Tertelan: bilas mulut. Jangan paksa muntah. Beri air sedikit demi sedikit jika korban sadar. Segera cari bantuan medis.

5) Tindakan Pemadaman Kebakaran

  • Sifat kebakaran: FeCl3 tidak mudah terbakar, tetapi dapat memperparah kondisi korosif saat terpapar panas/air.
  • Media pemadam: sesuaikan dengan material lain yang terbakar di sekitar (air kabut/busa/CO2/serbuk kimia).
  • Bahaya khusus: dapat menghasilkan gas/uap iritan/korosif saat kebakaran. Gunakan SCBA bagi petugas.

6) Tindakan Jika Terjadi Tumpahan

  • Evakuasi area dan batasi akses. Hindari menghirup kabut/aerosol.
  • Gunakan APD lengkap: kacamata goggle/face shield, sarung tangan tahan kimia, dan apron/pakaian pelindung.
  • Untuk padatan: kumpulkan hati-hati, minimalkan debu, masukkan ke wadah tahan korosi.
  • Untuk larutan: serap dengan bahan penyerap inert (mis. vermikulit/pasir). Netralisasi hanya oleh personel terlatih sesuai SOP.
  • Jangan buang ke drainase/selokan.

7) Penanganan dan Penyimpanan

Penanganan

  • Kerjakan di area berventilasi baik.
  • Hindari kontak kulit/mata. Jangan makan/minum saat bekerja.
  • Jika membuat larutan: tambahkan FeCl3 ke air perlahan (bukan sebaliknya) untuk mengurangi percikan dan panas lokal.

Penyimpanan

  • Simpan dalam wadah tertutup rapat, tahan korosi (mis. HDPE) dan beri label jelas.
  • Jauhkan dari basa kuat, logam reaktif, dan bahan yang tidak kompatibel.
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi.

8) Pengendalian Paparan dan Perlindungan Diri (APD)

Besi(III) klorida anhidrat (FeCl3)
Contoh FeCl3 anhidrat (ilustrasi).
  • Kontrol teknik: ventilasi umum + local exhaust bila ada kabut/aerosol.
  • Pelindung mata: goggle kimia + face shield untuk risiko percikan.
  • Sarung tangan: sarung tangan tahan kimia (mis. nitril/neoprene; sesuaikan SOP dan durasi kontak).
  • Pakaian: jas lab/apron tahan kimia, sepatu tertutup.
  • Respirator: bila terbentuk kabut/debu, gunakan respirator partikulat/acid mist sesuai kondisi dan SOP.

9) Sifat Fisika dan Kimia

BentukPadat kristal/serbuk atau larutan
WarnaKuning-cokelat sampai cokelat tua (tergantung bentuk/kadar air)
BauUmumnya tidak khas; larutan dapat terasa “asam/iritan”
KelarutanLarut dalam air (membentuk larutan bersifat asam)
Sifat pentingHigroskopis, korosif, larutan dapat mengiritasi kuat

10) Stabilitas dan Reaktivitas

  • Stabil pada penyimpanan yang benar (wadah tertutup, kering).
  • Reaksi dengan air: FeCl3 (terutama anhidrat) dapat melepaskan panas saat larut; larutan menjadi asam.
  • Hindari kontak dengan basa kuat, logam reaktif, dan bahan yang dapat menghasilkan reaksi eksoterm/korosif.

11) Informasi Toksikologi

  • Efek akut: korosif pada kulit/mata; iritasi saluran napas bila terhirup kabut/partikel.
  • Efek tertelan: iritasi/kerusakan saluran cerna, mual, muntah, nyeri.

12) Informasi Ekologi

  • Dapat menurunkan pH air dan berdampak pada organisme akuatik.
  • Hindari pelepasan langsung ke lingkungan.

13) Pertimbangan Pembuangan

  • Buang sebagai limbah bahan kimia sesuai prosedur setempat (umumnya kategori limbah B3 pada skala industri).
  • Larutan sisa etching/koagulan jangan dibuang ke saluran air tanpa pengolahan.

14) Informasi Transportasi

  • Kemas rapat dalam wadah tahan korosi dan tahan bocor.
  • Berikan label “korosif” sesuai ketentuan jika diperlukan (tergantung konsentrasi/bentuk dan aturan pengiriman).

15) Informasi Regulasi

  • Ikuti SOP K3, SDS/MSDS resmi pemasok, dan peraturan pengelolaan bahan kimia serta limbah yang berlaku di wilayah Anda.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan edukatif. Untuk penggunaan operasional, selalu rujuk SDS/MSDS resmi dari pemasok dan prosedur K3 di tempat kerja Anda.

Sumber Gambar & Atribusi