Material Safety Data Sheets (MSDS) dari Mangan Dioksida (MnO2)
Ringkas: Dokumen ini merangkum identifikasi bahaya, pertolongan pertama, APD, penyimpanan, penanganan tumpahan, reaktivitas, dan pembuangan limbah untuk Mangan Dioksida (MnO2).
Nama: Mangan Dioksida
Rumus: MnO2
CAS: 1313-13-9
Bentuk: Serbuk padat
Warna: Hitam/cokelat gelap
Daftar isi
- Identifikasi bahan & penggunaan
- Identifikasi bahaya
- Komposisi
- Pertolongan pertama
- Tindakan pemadaman kebakaran
- Tindakan jika terjadi tumpahan
- Penanganan & penyimpanan
- Pengendalian paparan & APD
- Sifat fisika & kimia
- Stabilitas & reaktivitas
- Informasi toksikologi
- Informasi ekologi
- Pertimbangan pembuangan
- Informasi transportasi
- Informasi regulasi
- Sumber gambar & atribusi
1) Identifikasi Bahan dan Penggunaan
| Nama bahan | Mangan Dioksida (Mangan(IV) oksida) |
|---|---|
| Rumus | MnO2 |
| Nomor CAS | 1313-13-9 |
| Penggunaan umum |
|
2) Identifikasi Bahaya
Bahaya utama: paparan debu MnO2. Hindari menghirup partikel halus dan lakukan kontrol debu (ventilasi lokal/penyedot debu industri).
- Terhirup: iritasi saluran napas, batuk, sesak (terutama pada paparan debu).
- Mata: iritasi, kemerahan, rasa perih.
- Kulit: dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
- Paparan kronis: paparan mangan dalam jangka panjang dapat berdampak pada sistem saraf (risiko meningkat bila kontrol debu buruk).
3) Komposisi dan Informasi Bahan
| Komponen | Konsentrasi |
|---|---|
| Mangan Dioksida (MnO2) | Umumnya ≥ 90% (tergantung spesifikasi pemasok) |
4) Tindakan Pertolongan Pertama
- Terhirup: pindahkan ke udara segar. Longgarkan pakaian. Jika sesak berlanjut, segera cari bantuan medis.
- Kulit: cuci dengan sabun dan air. Lepas pakaian terkontaminasi.
- Mata: bilas air mengalir minimal 15 menit. Periksa ke tenaga medis bila iritasi tidak membaik.
- Tertelan: bilas mulut, minum air secukupnya. Jangan paksa muntah. Cari bantuan medis.
5) Tindakan Pemadaman Kebakaran
- Sifat kebakaran: MnO2 tidak mudah terbakar.
- Media pemadam: sesuaikan dengan bahan yang terbakar di sekitar (air/busa/CO2/serbuk kimia).
- Bahaya saat kebakaran: pada suhu tinggi dapat terbentuk asap/partikel oksida mangan. Gunakan alat napas mandiri (SCBA) bagi petugas.
6) Tindakan Jika Terjadi Tumpahan
- Hindari pembentukan debu (jangan menyapu kering dengan gerakan agresif).
- Gunakan masker partikulat, kacamata, dan sarung tangan.
- Kumpulkan dengan vacuum industri berfilter (HEPA bila tersedia) atau sekop ke wadah tertutup.
- Jangan buang ke drainase/selokan. Kelola sebagai limbah sesuai prosedur setempat.
7) Penanganan dan Penyimpanan
Penanganan
- Gunakan di area berventilasi baik.
- Minimalkan debu: tuang perlahan, tutup wadah setelah dipakai.
- Cuci tangan setelah bekerja dan sebelum makan/minum.
Penyimpanan
- Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering dan sejuk.
- Jauhkan dari bahan reduktor kuat dan asam kuat.
- Labeli wadah dengan jelas (nama bahan, tanggal terima, penanggung jawab).
8) Pengendalian Paparan dan Perlindungan Diri (APD)
- Kontrol teknik: ventilasi umum + ventilasi lokal (local exhaust) pada titik sumber debu.
- Masker/respirator: minimal N95/FFP2 (atau setara) untuk pekerjaan berdebu.
- Pelindung mata: kacamata safety (goggle bila debu tinggi).
- Sarung tangan: sarung tangan kerja tahan bahan kimia ringan (sesuaikan SOP).
- Pakaian: baju kerja lengan panjang; hindari membawa debu ke area bersih.
Catatan: batas paparan (TLV/PEL) berbeda tiap standar dan negara. Ikuti SOP perusahaan dan aturan K3 yang berlaku.
9) Sifat Fisika dan Kimia
| Bentuk | Padat (serbuk/kristal halus) |
|---|---|
| Warna | Hitam atau cokelat gelap |
| Bau | Tidak berbau |
| Kelarutan air | Praktis tidak larut |
| Titik leleh | Terurai pada suhu tinggi (sekitar ratusan °C) |
10) Stabilitas dan Reaktivitas
- Stabil pada kondisi penggunaan normal.
- Hindari kontak dengan asam kuat dan reduktor kuat.
- Pada kondisi tertentu, reaksi dengan bahan kimia lain dapat menghasilkan produk samping berbahaya. Ikuti prosedur kompatibilitas bahan.
11) Informasi Toksikologi
- Risiko utama: inhalasi debu (iritasi saluran napas).
- Paparan berulang/jangka panjang terhadap senyawa mangan dapat berisiko pada sistem saraf.
12) Informasi Ekologi
- Hindari pelepasan ke lingkungan tanpa pengolahan.
- Potensi dampak pada organisme air dapat meningkat pada konsentrasi tinggi.
13) Pertimbangan Pembuangan
- Kelola sisa bahan dan kemasan terkontaminasi sesuai prosedur limbah bahan kimia.
- Untuk skala industri, biasanya mengikuti tata kelola limbah B3 dan peraturan lingkungan setempat.
14) Informasi Transportasi
- Umumnya tidak diklasifikasikan sebagai barang berbahaya untuk transportasi pada kondisi tertentu, namun tetap:
- Kemas rapat, hindari tumpah, dan beri label yang jelas.
15) Informasi Regulasi
- Ikuti ketentuan K3 internal, SDS resmi dari pemasok, dan regulasi setempat terkait bahan kimia serta pengelolaan limbah.
Disclaimer: Konten ini bersifat ringkasan edukasi untuk membantu praktik keselamatan. Untuk keputusan operasional, selalu rujuk SDS/MSDS resmi dari pemasok dan SOP perusahaan Anda.