Saturday, February 28, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Hidrogen Peroksida (H2O2)

MSDS (Material Safety Data Sheets) Hidrogen Peroksida (H2O2)

Ringkas: H2O2 adalah oksidator. Konsentrasi lebih tinggi meningkatkan bahaya (iritasi/korosif, reaksi kuat dengan kontaminan).

Ilustrasi hidrogen peroksida (H2O2)
Nama: Hidrogen Peroksida Rumus: H2O2 Sifat: Oksidator Bentuk: Umumnya larutan

1) Penggunaan umum

  • Disinfektan, pemutih, oksidator proses, reagen laboratorium.

2) Identifikasi bahaya

Bahaya utama: oksidator. Dapat mempercepat kebakaran bila mengenai bahan mudah terbakar. Dapat mengiritasi/merusak mata dan kulit, terutama pada konsentrasi tinggi.
  • Mata: iritasi kuat, risiko kerusakan.
  • Kulit: iritasi, pemutihan kulit; konsentrasi tinggi dapat menyebabkan luka bakar.
  • Terhirup: iritasi saluran napas (kabut/aerosol).

3) Pertolongan pertama

  • Mata: bilas 15–20 menit, segera ke medis.
  • Kulit: bilas air banyak, lepas pakaian terkontaminasi.
  • Terhirup: udara segar, cari bantuan medis bila sesak.
  • Tertelan: bilas mulut, jangan paksa muntah, cari medis.

4) Tumpahan

  • Jauhkan dari bahan organik/mudah terbakar dan logam tertentu.
  • Serap dengan bahan inert yang kompatibel; bilas area dengan banyak air sesuai SOP.

5) Penyimpanan

  • Simpan di wadah tertutup, sejuk, terlindung dari panas dan cahaya.
  • Jangan campur dengan pemutih lain, asam kuat, basa kuat, atau kontaminan (kotoran/karat/logam).

6) APD

  • Goggle, sarung tangan tahan kimia, jas lab/apron.
  • Ventilasi baik; respirator bila ada kabut kuat.

7) Pembuangan

  • Ikuti SOP limbah bahan kimia; konsentrasi tinggi biasanya butuh penanganan khusus.
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3.

Friday, February 27, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Etanol (C2H5OH)

MSDS (Material Safety Data Sheets) Etanol (C2H5OH)

Ringkas: Etanol adalah mudah terbakar. Uapnya bisa menyala dan perlu ventilasi baik saat penggunaan.

Ilustrasi etanol (ethanol)
Nama: Etanol Rumus: C2H5OH Sifat: Mudah terbakar Bentuk: Cairan volatil

1) Penggunaan umum

  • Pelarut, disinfektan, bahan baku industri, reagen laboratorium.

2) Identifikasi bahaya

Bahaya utama: mudah terbakar. Paparan uap tinggi dapat menyebabkan pusing/mengantuk.
  • Kebakaran: jauhkan dari panas/percikan/api.
  • Mata: iritasi.
  • Terhirup: pusing, sakit kepala pada konsentrasi tinggi.
  • Kulit: dapat mengeringkan kulit.

3) Pertolongan pertama

  • Mata: bilas 15 menit.
  • Kulit: cuci sabun-air.
  • Terhirup: udara segar, istirahat.
  • Tertelan: cari saran medis bila gejala muncul.

4) Tumpahan

  • Hilangkan sumber nyala, ventilasi.
  • Serap dengan bahan inert, simpan dalam wadah tertutup.

5) Penyimpanan

  • Simpan rapat, sejuk, berventilasi, jauh dari oksidator kuat.

6) APD

  • Kacamata safety, sarung tangan sesuai kebutuhan, ventilasi baik.

7) Pembuangan

  • Kelola sebagai limbah pelarut mudah terbakar sesuai SOP.
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3.

Thursday, February 26, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Natrium Hipoklorit (NaClO)

MSDS (Material Safety Data Sheets) Natrium Hipoklorit (NaClO)

Ringkas: NaClO adalah oksidator (pemutih). Reaksi dengan asam atau amonia dapat menghasilkan gas berbahaya.

Ilustrasi natrium hipoklorit (NaClO)
Nama: Natrium Hipoklorit Rumus: NaClO Sifat: Oksidator Bentuk: Umumnya larutan

1) Penggunaan umum

  • Pemutih, desinfektan, pengolahan air, sanitasi.

2) Identifikasi bahaya

Peringatan: Jangan campur NaClO dengan asam (dapat melepaskan gas klorin) atau dengan amonia (dapat membentuk gas iritan/berbahaya).
  • Mata/Kulit: iritasi; konsentrasi tinggi dapat bersifat korosif.
  • Terhirup: iritasi saluran napas (kabut/uap).

3) Pertolongan pertama

  • Mata: bilas 15–20 menit, cari medis bila iritasi berat.
  • Kulit: bilas air banyak, lepas pakaian terkontaminasi.
  • Terhirup: udara segar, cari medis bila batuk/sesak.
  • Tertelan: bilas mulut, jangan paksa muntah, cari medis.

4) Tumpahan

  • Ventilasi, gunakan APD. Hindari kontak dengan asam/amonia.
  • Serap dengan bahan inert; bilas area sesuai SOP.

5) Penyimpanan

  • Simpan tertutup, sejuk, terhindar dari cahaya dan panas (untuk menjaga stabilitas).
  • Jauhkan dari asam, amonia, reduktor, dan bahan organik reaktif.

6) APD

  • Goggle, sarung tangan tahan kimia, apron/jas lab; ventilasi baik.

7) Pembuangan

  • Ikuti SOP limbah bahan kimia. Jangan buang sembarangan ke lingkungan.
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3.

Wednesday, February 25, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Tembaga(II) Sulfat (CuSO4)

MSDS (Material Safety Data Sheets) Tembaga(II) Sulfat (CuSO4)

Ringkas: CuSO4 (sering sebagai pentahidrat) dapat menyebabkan iritasi dan berbahaya jika tertelan. Hindari pelepasan ke lingkungan perairan.

Kristal tembaga(II) sulfat sebagai ilustrasi
Nama: Tembaga(II) Sulfat Rumus: CuSO4 Bentuk: Kristal/serbuk (sering CuSO4·5H2O) Sifat: Iritan, berbahaya bila tertelan

1) Penggunaan umum

  • Reagen laboratorium, elektrolisis, fungisida tertentu, pendidikan praktikum (sesuai aturan).

2) Identifikasi bahaya

Bahaya utama: berbahaya jika tertelan, dapat mengiritasi mata/ kulit. Hindari pelepasan ke lingkungan, terutama perairan.
  • Mata: iritasi.
  • Kulit: iritasi pada sebagian orang.
  • Tertelan: mual, muntah, nyeri perut; cari bantuan medis.
  • Terhirup: iritasi bila debu terhirup.

3) Pertolongan pertama

  • Mata: bilas 15 menit.
  • Kulit: cuci sabun-air.
  • Terhirup: udara segar.
  • Tertelan: bilas mulut, jangan paksa muntah, cari medis.

4) Tumpahan

  • Hindari debu. Kumpulkan kering ke wadah tertutup.
  • Jangan buang ke drainase.

5) Penyimpanan

  • Simpan tertutup rapat, kering, berlabel.
  • Jauhkan dari makanan/minuman dan area publik.

6) APD

  • Kacamata safety, sarung tangan, masker debu bila berdebu.

7) Pembuangan

  • Kelola sebagai limbah bahan kimia sesuai SOP (garam logam berat sering butuh pengelolaan khusus).
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3.

Tuesday, February 24, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Natrium Hidroksida (NaOH) / Soda Api

MSDS (Material Safety Data Sheets) Natrium Hidroksida (NaOH) / Soda Api

Ringkas: NaOH adalah basa kuat yang sangat korosif. Pelarutan dalam air bersifat eksoterm (menghasilkan panas).

Ilustrasi natrium hidroksida (NaOH)
Nama: Natrium Hidroksida Rumus: NaOH Bentuk: Pelet/serpih/larutan Sifat: Korosif, higroskopis

1) Identifikasi & Penggunaan

  • Pembersih saluran, pembuatan sabun, pengaturan pH, proses industri, reagen laboratorium.

2) Identifikasi Bahaya

Bahaya utama: luka bakar kimia serius pada kulit/mata. Saat melarutkan NaOH, larutan menjadi panas dan bisa memercik.
  • Mata/Kulit: korosif, bisa menyebabkan kerusakan permanen.
  • Terhirup: iritasi bila ada aerosol/debu.
  • Tertelan: luka bakar saluran cerna.

3) Pertolongan Pertama

  • Mata: bilas 15–20 menit, segera ke medis.
  • Kulit: bilas air mengalir banyak, lepas pakaian terkontaminasi.
  • Terhirup: ke udara segar, cari medis bila berlanjut.
  • Tertelan: jangan paksa muntah, segera cari bantuan medis.

4) Tumpahan

  • Hindari kontak langsung. Gunakan APD lengkap.
  • Untuk padatan: kumpulkan kering, minimalkan debu, simpan wadah tertutup.
  • Untuk larutan: serap dengan bahan inert; netralisasi hanya oleh personel terlatih sesuai SOP.

5) Penanganan & Penyimpanan

  • Simpan kering, tertutup rapat, jauh dari asam dan kelembapan.
  • Saat membuat larutan: tambahkan NaOH ke air perlahan sambil diaduk (bukan menuang air ke NaOH).

6) APD

  • Goggle + face shield, sarung tangan tahan kimia, apron, sepatu tertutup.
  • Ventilasi baik bila ada kabut/aerosol.

7) Pembuangan

  • Ikuti prosedur limbah bahan kimia. Jangan buang sembarangan ke drainase.
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Untuk operasional, rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3 setempat.