MSDS (Material Safety Data Sheets) Hidrogen Peroksida (H2O2)
Ringkas: H2O2 adalah oksidator. Konsentrasi lebih tinggi meningkatkan bahaya (iritasi/korosif, reaksi kuat dengan kontaminan).
Nama: Hidrogen Peroksida
Rumus: H2O2
Sifat: Oksidator
Bentuk: Umumnya larutan
1) Penggunaan umum
- Disinfektan, pemutih, oksidator proses, reagen laboratorium.
2) Identifikasi bahaya
Bahaya utama: oksidator. Dapat mempercepat kebakaran bila mengenai bahan mudah terbakar. Dapat mengiritasi/merusak mata dan kulit, terutama pada konsentrasi tinggi.
- Mata: iritasi kuat, risiko kerusakan.
- Kulit: iritasi, pemutihan kulit; konsentrasi tinggi dapat menyebabkan luka bakar.
- Terhirup: iritasi saluran napas (kabut/aerosol).
3) Pertolongan pertama
- Mata: bilas 15–20 menit, segera ke medis.
- Kulit: bilas air banyak, lepas pakaian terkontaminasi.
- Terhirup: udara segar, cari bantuan medis bila sesak.
- Tertelan: bilas mulut, jangan paksa muntah, cari medis.
4) Tumpahan
- Jauhkan dari bahan organik/mudah terbakar dan logam tertentu.
- Serap dengan bahan inert yang kompatibel; bilas area dengan banyak air sesuai SOP.
5) Penyimpanan
- Simpan di wadah tertutup, sejuk, terlindung dari panas dan cahaya.
- Jangan campur dengan pemutih lain, asam kuat, basa kuat, atau kontaminan (kotoran/karat/logam).
6) APD
- Goggle, sarung tangan tahan kimia, jas lab/apron.
- Ventilasi baik; respirator bila ada kabut kuat.
7) Pembuangan
- Ikuti SOP limbah bahan kimia; konsentrasi tinggi biasanya butuh penanganan khusus.
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3.
No comments:
Post a Comment