Monday, February 23, 2026

MSDS (Material Safety Data Sheets) Asam Klorida (HCl)

MSDS (Material Safety Data Sheets) Asam Klorida (HCl)

Ringkas: HCl bersifat korosif dan uapnya iritan. Hindari kontak kulit/mata dan inhalasi uap.

Ilustrasi asam klorida (HCl)
Nama: Asam Klorida Rumus: HCl Bentuk: Larutan (umumnya) Sifat: Korosif, uap iritan

1) Identifikasi & Penggunaan

  • Pembersih kerak/karat, pengaturan pH, proses industri, reagen laboratorium.

2) Identifikasi Bahaya

Bahaya utama: korosif (luka bakar) + uap iritan (batuk, sesak). Jangan campur dengan pemutih/hipoklorit karena bisa menghasilkan gas berbahaya.
  • Mata/Kulit: iritasi berat hingga luka bakar kimia.
  • Terhirup: iritasi saluran napas, batuk, rasa terbakar.
  • Tertelan: korosif pada saluran cerna.

3) Pertolongan Pertama

  • Mata: bilas 15–20 menit, segera ke medis.
  • Kulit: bilas air banyak, lepas pakaian terkontaminasi.
  • Terhirup: pindah ke udara segar, cari medis bila berlanjut.
  • Tertelan: jangan paksa muntah, cari medis segera.

4) Tumpahan

  • Ventilasi, gunakan APD lengkap.
  • Serap dengan bahan inert. Netralisasi hanya oleh personel terlatih sesuai SOP.
  • Jangan buang ke drainase.

5) Penanganan & Penyimpanan

  • Simpan di wadah tahan korosi (mis. HDPE), tertutup rapat.
  • Jauhkan dari basa kuat, logam reaktif, dan pemutih/hipoklorit.
  • Saat pengenceran: tambahkan asam ke air perlahan (bukan sebaliknya).

6) APD

  • Goggle + face shield (untuk risiko percikan), sarung tangan tahan kimia, apron, sepatu tertutup.
  • Respirator sesuai kebutuhan bila uap kuat/ventilasi kurang.

7) Pembuangan

  • Ikuti prosedur limbah bahan kimia (sering masuk kategori limbah B3 pada skala industri).
Disclaimer: Ringkasan edukasi. Untuk operasional, rujuk SDS resmi pemasok dan SOP K3 setempat.